PENGERTIAN
MASALAH
Secara umum (Notoadmojo) masalah
adalah suatu kesenjangan (gap) antara apa yang seharusnya dengan apa yang
terjadi tentang suatu hal, atau antara kenyataan yang ada atau terjadi dengan
yang seharusnya ada atau terjadi serta harapan dan kenyataan.
RUMUSAN
MASALAH
Menurut Sugiyono, rumusan masalah
itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan
data, bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian ini
berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi.
Kriteria
Perumusan Masalah
Pada bagian ini
akan dipaparkan beberapa kriteria perumusan masalah. Ada
setidak-tidaknya tiga kriteria yang diharapkan dapat dipenuhi dalam perumusan
masalah penelitian, yaitu:
setidak-tidaknya tiga kriteria yang diharapkan dapat dipenuhi dalam perumusan
masalah penelitian, yaitu:
1. Kriteria pertama dari suatu perumusan masalah adalah berwujud kalimat tanya atau yang bersifat kalimat interogatif, baik
pertanyaan yang memerlukan jawaban deskriptif, maupun pertanyaan yang
memerlukan jawaban eksplanatoris, yaitu yang menghubungkan dua atau lebih
fenomena atau gejala di dalam kehidupan manusaia.
2. Kriteria Kedua dari suatu masalah penelitian adalah
bermanfaat atau berhubungan dengan upaya pembentukan dan perkembangan teori,
dalam arti pemecahannya secara jelas, diharapkan akan dapat memberikan
sumbangan teoritik yang berarti, baik sebagai pencipta teori-teori baru maupun
sebagai pengembangan teori-teori yang sudah ada.
3. Kriteria ketiga, adalah bahwa suatu perumusan
masalah yang baik, juga hendaknya dirumuskan di dalam konteks
kebijakan pragmatis yang sedang aktual, sehingga pemecahannya menawarkan
implikasi kebijakan yang relevan pula, dan dapat diterapkan secara nyata bagi
proses pemecahan masalah bagi kehidupan manusia.
Ada beberapa
kondisi yang bisa di lakukan untuk membuat rumusan masalah, yaitu sebagai
berikut:
1. Masalah biasanya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan
2. Rumusan masalah hendaknya jelas dan padat
3. Rumusan masalah berisi implikasi adanya data untuk
memecahkan
masalah
masalah
4. Rumusan masalah merupakan dasar membuat hipotesis
5. Masalah harus menjadi dasar bagi judul penelitian
Selain itu, terdapat bentuk-bentuk rumusan
masalah penelitian, yaitu :
1. Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan
dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan variabel itu pada sampel yang lain dan mencari hubungan variabel itu dengan variabel yang lain.
dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan variabel itu pada sampel yang lain dan mencari hubungan variabel itu dengan variabel yang lain.
2. Rumusan komparatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan
satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda.
3. Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat
menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Terdapat tiga bentuk
hubungan yaitu: hubungan simetris, hubungan kausal, dan
interaktif.
menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Terdapat tiga bentuk
hubungan yaitu: hubungan simetris, hubungan kausal, dan
interaktif.
Cara untuk
memformulasikan masalah:
1. Dengan menurunkan masalah dari teori yang telah ada,
seperti masalah pada penelitian eksperimental.
2. Dari observasi langsung dilapangan, seperti yang
sering dilakukan oleh ahli ahli sosiologi. Jika masalah diperoleh dilapangan,
maka sebaiknya juga menghubungkan masalah tersebut dengan teori-teori yang
telah ada, sebelumnya masalah tersebut diformulasikan. Ini bukan berarti bahwa
dalam memilih penelitian yang tidak didukung oleh suatu teori tidak berguna
sama sekali. Karena ada kalanya penelitian tersebut dapat menghasilkan
dalil-dalil dan dapat membentuk sebuah teori.
Contoh Rumusan
Masalah Penelitian
Judul :
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X dengan Menerapkan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Snow Balling.
Rumusan masalah
:
a) Bagaimanakah peningkatan aktivitas belajar akuntansi
siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Snow Balling pada
materi pokok Persamaan Dasar Akuntansi ?
b) Bagaimanakah peningkatan hasil belajar akuntansi dengan
menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Snow Balling pada materi pokok
Persamaan Dasar Akuntansi?
Referensi
awawawawawawawawaw
BalasHapus