Landasan
Teori Penelitian
Dalam sebuah penelitan, landasan teori kerangka pikir dan hipotesis
merupakan hal yang penting. Ibarat sebuah bangunan, maka ketiga hal tersebut
merupakan sebuah kerangka fondasi. Dimana sebuah bangunan akan memiliki
konstruksi yang kuat jika didirikan dengan kerangka fondasi yang kuat pula.
Demikian juga dengan penulisan karya ilmiah, berbobot atau tidaknya ditentukan
oleh kerangkanya yang merupakan unsur metodoligis.
A.
DISKRIPSI DAN PENGERTIAN
1. Landasan
Teori
Landasan
teori merupakan teori yang relevan yang digunakan untuk menjelaskan tentang variabel
yang akan diteliti dan sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap
rumusan masalah yang diajukan (hipotesis), dan penyusunan instrument
penelitian. Teori yang digunakan bukan sekedar pendapat dari pengarang atau
pendapat lain, tetapi teori yang benar-benar telah teruji kebenarannya.
Dalam
landasan teori ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu : (1) nama
pencetus teori, (2) tahun dan tempat pertama kali, (3) uraian ilmiah teori, (4)
relevansi teori tersebut dengan upaya peneliti untuk mencapai tujuan atau
target penelitian (Hadi Sabari Yunus, 2010 : 226)
2. Kerangka
Pikir
Kerangka
pikir merupakan inti dari teori yang telah dikembangkan yang mendasari
perumusan hipotesis. Yaitu teori yang telah dikembangkan dalam rangka memberi
jawaban terhadap pendekatan pemecahan masalah yang menyatakan hubungan antar
variabel berdasarkan pembahasan teoritis.
Kerangka
pikir dalam suatu penelitian perlu dikemukakan jika dalam penelitian tersebut
mengandung dua variabel atau lebih. Penelitian yang mengandung dua variabel
atau lebih dirumuskan hipotesis berbentuk hubungan, karena itu dalam rangka
menyusun hipotesis berbentuk hubungan perlu dikemukakan kerangka pikir yag
dihasilkan berupa kerangka pikir asosiatif. Kerangka pikir assosiatif dapat
menggunakan kalimat jika… maka akan… . Sugiyono (2011 : 284) mengatakan bahwa
seoramg peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar bagi
argumentasi dalam menyusun kerangka pemikiran yang membuahkan hipotesis.
3. Hipotesis
Perumusan
hipotesis penelitan merupakan langkah ketiga dalam penelitian, setelah peneliti
mengemukakan landasan teori dan kerangka pikir. Hipotesis adalah
pernyataan atau dugaan yang bersifat sementara terhadap suatu masalah
penelitian yang kebenarannya masih lemah sehingga harus diuji secara empiris.
Dalam suatu penelitian hipotesis merupakan pedoman karena data yang dikumpulkan
adalah data yang berhubungan dengan variabel-variabel yang dinyatakan dalam
hipotesisi tersebut.
B.
TINGKATAN DAN FOKUS TEORI
Terdapat
tiga tingkatan teori menurut Neuman, 2003 (dalam Sugiyono, 2011 : 56) yaitu :
·
Teori tingkata mikro
·
Teori tingkatan meso
·
Teori tingkatan makro
Selanjutnya Neuman, 2003 (dalam
Sugiyono, 2011 : 56) juga membedakan fokus teori menjadi tiga yaitu teori
subtantif, teori formal, dan middle range theory.
·
Subtantif theory dikembangkan untuk suatu keprihatinan
sosial, seperti hubungan RAS.
·
Formal theory dikembangkan untuk suatu konseptual yag
luas di dalam teori umum, seperti alat perlengkapan sosialisasi.
·
Middle range theory adalah seditik lebih abstrak
disbanding penyamarataan empiris atau hipotesis spesifik. Middle mencakup teori
khusus digunakan dalam sosiologi untuk pemeriksaan empiris. Namun yang
digunakan untuk perumusan hipotesis yang akan diuji melalui pengumpulan data
adalah teori subtantif karena lebih focus berlaku untuk objek yang akan
diteliti.
C.
KEGUNAAN
TEORI DALAM PENELITIAN
Dalam
kaitannya dengan kegiatan penelitian, kegunaan teori dibagi menjadi tiga, yaitu
:
- Untuk memperjelas dan mempertajam ruang lingkup atau konstruk variable yang akan diteliti.
- Sebagai prediksi dan pemandu untuk menemukan fakta adalah untuk merumuskan hipotesis dan menysusun instrument penelitian, karena pada dasarnya hipotesis itu bersifat prdiktif.
- Sebagai control, digunakan mencandra dan membahas hasil penelitian, sehingga digunakan untuk memberikan saran dalam upaya pemecahan masalah. (Sugiyono, 2011 : 58)
KESIMPULAN
Teori merupakan suatu konseptualisasi yang umum, yang
diperoleh melalui jalan yang sistematis dan harus dapat diuji kebenarannya.
Kerangka pikir merupakan model kenseptual tentang bagaimana teori berhubungan
dengan berbagai factor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.
Sedangkan hipotesis merupakan jawaban sementara trhadap rumusan masalah
penelitian yang diajukan, maka titik tolak untuk merumuskan hipotesis adalah
rumusan masalah dan kerangka pikir berdasarkan landasan teori.
Jadi dapat diketahui bahwa ketiga hal tersebut saling
berkaitan dan tidak dapat dilepaskan satu sama lain dalam penelitian. Karena
itu peneliti harus memahami lebih dalam tentang hal tersebut senbagai pedoman
dalam penelitian.